Gemini Androgini

a bipolar side of mind

My Little Adventure

Hallo.. Selamat datang di blog saya yang jarang dijamah ini.. *bebersih blog, lap sana-sini* πŸ˜€

Beginilah, blog ini sudah lama sekali saya telantarkan. Bisa dicek, terakhir kali saya pernah menulis sesuatu di blog ini setahun lalu. Dua tulisan sebelumnya? Berjarak setahun juga. Beberapa bisa jadi mengira ini blog tahunan, yang hanya saya isi setahun sekali. πŸ˜€ Tidak salah, kok.
Ini bukannya hal yang saya sengaja lakukan. Seperti yang pernah saya tulis di post sebelumnya, saya mengalami kesulitan merumuskan ide dan engage dengan ide itu untuk waktu yang lama. Twitter untuk saya mudah sekali karena spontan dan singkat, hanya 140 karakter. Tapi blog? Sebelum satu paragraf selesai ditulis, pikiran saya sudah melanglang ke mana-mana. πŸ™‚

Namun saya berpikir, ini harus diakhiri. Ada satu fase kecil dalam hidup saya yang harus saya ‘abadikan’, entah dalam bentuk gambar atau tulisan.
Fase yang selanjutnya akan saya sebut petualangan itu *halah*, berawal dari ide yang dicetuskan oleh kawan baik saya, Musthofa Walker.
Mus, demikian ia biasa saya panggil, suka sekali bepergian. Coba klik link yang sudah saya bagi di atas. Banyak sekali momen yang ia abadikan dalam perjalanannya selama beberapa tahun terakhir ini.

“Mus, gue pengen liburan nih. Ke mana ya enaknya?” tukas saya suatu hari di awal 2011.
“India,” jawab Mus singkat.
“Hah? India?”
“Iya.”
“Kenapa?” saya berjengit, “India kotor, bau, penuh manusia! Gue pengen liburan, bukan cari masalah!”
Mus tersenyum sok bijak.
“You have to go to India, it will change your life forever.”

Entah apa yang mendorong saya untuk menuruti saran Mus saat itu. Mus ini sudah dua kali ke India, di mana ia backpacking sendirian di kali pertama datang ke sana. Mus sendiri punya sedikit darah India yang mengaliri tubuhnya, jadi saya sempat berpikir bahwa ia tidak sepenuhnya objektif. Pun saat menyaksikan foto dan video yang ia buat tentang India, sedikit sekali saya tertarik. Tapi entah mengapa saya mengiyakan saja ketika Mus memesankan saya tiket untuk pergi. Apakah saya tidak mau kalah dengan dia yang backpacking sendirian? Apakah saya tertantang dengan kalimat “it will change your life forever”?

Yang jelas, ada notifikasi di gadget saya saat itu. Email baru masuk. Begitu saya buka, terlampir itinerary dari Air Asia. KUL-MUM 20 Maret 2012. Mata saya mengerjap beberapa kali menatap email tersebut. Jantung saya berdegup lebih kencang. Agak susah dipercaya memang, bahwa dalam jangka waktu kurang lebih setahun, saya akan pergi ke India!!

I Knew It!

Jadi, salah satu teman baru aja coming out of the closet, alias terbuka pada saya bahwa dia gay.

Terkejutkah saya? Sama sekali tidak. Lenggok jalannya, bagaimana bibirnya membentuk konsonan tertentu saat bicara, cara kelingkingnya mencuat tiap menjepit rokok di tangan, membuat saya menduga bahwa dia memang gay.
Satu-satunya keterkejutan saya lebih pada mengapa ia butuh waktu selama ini untuk mengaku pada saya dan teman-teman. πŸ™‚
Well, pengakuan memang ga bisa dipaksa.

Jadi, kamu, terima kasih atas kepercayaannya. Kini kita bisa lebih terbuka, bergosip tanpa jengah tentang aktor ganteng favorit kita!

Memulai

Seperti masa-masa yang lalu, saya selalu terbentur masalah yang sama: tidak tahu bagaimana memulai sesuatu. Banyak ide berputar dalam kepala saya, mendesak ingin keluar, tapi selalu terhenti bahkan dalam kali pertama saya menekan keyboard.
Lalu, blank. Kosong.

Itulah mengapa laman blog ini baru saya saya tulis kembali setelah dua tahun. Drafts tulisan sih sudah tersimpan dan menumpuk sejak lama, namun saya tak pernah melanjutkannya.
Mengapa? Entahlah, saya sendiri tidak tahu alasan pastinya.

Malas? Bisa jadi.
Easily distracted? Well, I am such person.
Sibuk? Kadang, iya, tapi bukan itu juga.
Lalu?

Tidak pede.

Namanya Depe tapi tidak pede. Ironis ya? πŸ˜€
Tapi setelah dipikir-pikir, ketidakpedean saya inilah penyebabnya. Tak terhitung berapa kali saya menghapus kalimat-kalimat yang telah saya tulis berjam-jam, karena saya malu untuk menampilkannya di blog.
Saya merasa tidak cukup baik. Bahkan saya selalu merasa diksi dan gaya penulisan saya buruk sekali.Sering bergaul dengan para blogger keren di Kopdar Jakarta bukannya menyuntikkan semangat baru, tapi malah membuat jeri. Duh, apa yang salah dengan saya ini ya?

Sampai kemudian saya berpikir, saya mau begini sampai kapan?
Twitter memang menyenangkan, namun saya butuh wadah pencurah pikiran yang kapasitasnya lebih dari 140 karakter. Kadang ide bergaung dashyat, sampai membuat kepala berdenyut-denyut.. Tapi ketidakpedean itu menghantui saya kembali. Dan sayapun mundur, lari. Memaksa pikiran dan ide memasuki shut-down. Lambat laun hasrat menulis dan ide mulai menipis, tak berbekas.

Tulisan ini saya buat untuk memelihara hasrat itu agar tidak mati. Semoga saya bisa memulai periode menulis yang lebih produktif, bukan satu post tiap dua tahun sekali. πŸ˜€

Semoga!

Welkom! Wilkommen!

Hai hai!!

Salam kenal semuanya! Saya Lisa Depe dan inilah blog pertama saya. Duluuuuu sekali saya sempat mencoba bikin draft blog di friendster dan blogspot. Sayangnya saya tak punya cukup keberanian untuk melanjutkan itu semua. 😦 Untungnya kemudianΒ  saya bergaul dengan Chika yang memperkenalkan saya pada asyiknya blogging: punya wadah jitu untuk berbagi ide, sebagai sarana mempertajam kemampuan menulis, sekaligus bertemu komunitas blogger yang akrab dan hangat.Β  Saya jadi berpikir, “Wah, kemana saja saya selama ini?! Saya harus membuat blog segera!!” πŸ˜€

Mohon bimbingannya ya!